Kamis, 15 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban
Menjadi Pondasi dan Penopang  Keutuhan NKRI

Didik Mukrianto, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Tuban

Selasa, 09 Oct 2018 19:55 | editor : Ebiet A. Mubarok

Didik Mukrianto

Didik Mukrianto (Dokumen)

TUBAN - Sebagai anggota MPR RI, Didik Mukrianto, SH, MH kembali menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI di daerah pemilihan (dapil) Jatim IX (Bojonegoro-Tuban). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan tokoh masyarakat, mahasiswa, dan perwakilan pemuda di Kabupaten Tuban, Minggu (30/9). 

Pada kesempatan tersebut Didik menerangkan, empat pilar MPR RI adalah konsensus dasar kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Seluruh kebijakan dan keputusan kenegaraan harus didasarkan pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Setiap pemimpin, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga tingkat kelurahan/desa harus melandasi semua keputusan dan kebijakannya kepada empat pilar MPR RI. Ini agar rel kebangsaan bersatu dan berdaulat dalam bingkai NKRI,’’ ujar anggota DPR yang membidangi komisi hukum ini.

Didik menegaskan, empat pilar MPR RI menjadi pondasi dan penopang keutuhan NKRI. Empat pilar juga sangat dibutuhkan sebagai pengikat persatuan bangsa Indonesia untuk menjaga idealisme, nasionalisme, persatuan dan kesatuan, serta keutuhan kehidupan kebangsaan. 

‘’Sosialisasi empat pilar MPR RI  dilaksanakan untuk menjaga dan menumbuhkan kembali kesadaran cinta tanah air untuk seluruh rakyat Indonesia. Dalam perjalanannya, empat  pilar MPR RI merupakan nilai-nilai luhur kebangsaan yang menjadi pedoman dan pegangan dalam membina persatuan dan kesatuan bangsa,’’ imbuh Didik.

Ketua umum nasional Karang Taruna ini menegaskan, untuk menjaga empat pilar MPR RI diperlukan beberapa metode. Seperti pendekatan kultural dengan memperkenalkan lebih mendalam tentang budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda. 

Selain itu, juga diperlukan  pendekatan edukatif. Terlebih, saat ini sangat marak aksi kriminal yang dilakukan generasi muda, seperti tawuran, pencurian, bahkan pembunuhan. 

Salah satu solusi menjawab krisis moral yang terjadi di Indonesia adalah melalui penguatan pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan ini memperkokoh karakter bangsa di mana warga negara dituntut lebih mandiri, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi era globalisasi melalui transmisi empat pilar.

(bj/zak/ds/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia