Jumat, 16 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Kapolres Tuban Menginspirasi Adik Kelasnya 

Sabtu, 22 Sep 2018 19:24 | editor : Ebiet A. Mubarok

BERBAGI INSPIRASI: Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono saat berbagi kisah suksesnya di SMAN 1 Kedungadem, almamaternya kemarin (22/9).

BERBAGI INSPIRASI: Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono saat berbagi kisah suksesnya di SMAN 1 Kedungadem, almamaternya kemarin (22/9). (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN – Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono kemarin (22/9) sambang SMAN 1 Kedungadem, almamaternya. Di sekolah yang menempanya pada era 90-an itu, dia secara khusus berbagi inspirasi tentang kisah suksesnya. Wartawan koran ini secara khusus diajak perwira berpangkat melati dua itu untuk bernostalgia semasa masih mengenakan seragam putih abu-abu.

Sekitar pukul 07.00, Nanang bersama rombongan tiba sekolah yang berlokasi di Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem itu. Begitu tiba, sejumlah guru menyilakan alumnus kebanggannya tersebut untuk masuk ruang tamu. Namun, Nanang menolak. Jebolan Akpol 2000 ini mengawali kunjungannya dengan keliling sekolah sambil bernostalgia. ‘’Pohon ini dulu sering saya panjat saat jam istirahat,’’ kenang Nanang menunjuk pohon kersen di halaman belakang sekolah.

Dari halaman depan, Nanang menuju halaman belakang, lapangan tenis, dan masjid sekolah. Dia juga mendengarkan keluhan dan problem yang dihadapi sekolahnya. Salah satunya kesulitan mendapatkan air besih. Mantan kasubdit III ditreskrimum Polda Jateng ini langsung mencatat sejumlah masalah tersebut dan berjanji membantu. Termasuk melebarkan masjid sekolah yang masih sangat kecil.

Setelah menapaktilasi seluruh tempat di sekolahnya, dia menemui 820 adik kelasnya. Sulung dari enam bersaudara ini mengawali ceritanya sebagai anak desa yang menjadi angkatan pertama SMAN 1 Kedungadem. Cerita yang disampaikan dengan bahasa tutur yang santai benar-benar memotivasi. Terbukti, dia langsung mendapat berondongan pertanyaan dari seluruh siswa dalam sesi tanya jawab. ‘’Asal ada tekat yang kuat dan tidak pernah menyerah, impian sebesar apa pun pasti tercapai,’’ ucap Nanang.

Dikatakan dia, salah satu kunci sukses dirinya adalah rida kedua orang tua. Sebesar apa pun usaha, tidak akan berbuah manis jika tanpa campur tangan restu orang tua. Bukti itu dibeberkan Nanang ketika hendak melamar Akpol. Begitu dinyatakan lulus, dia langsung pulang dan mencuci kaki kedua orang tuanya. Tujuannya, agar Tuhan mempermudah langkahnya. ‘’Terpenting dan tidak boleh dilupakan, harus pegang tiga kunci sukes,'' ungkap dia. Tiga kunci sukses tersebut, knowledge (pengetahuan), skill (kemampuan), dan attitude (sikap).

(bj/ds/yud/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia