Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial

Ayo, Beradu Ide di Kompetisi Tuban Berinovasi

Jumat, 31 Aug 2018 16:07 | editor : Ebiet A. Mubarok

TEMPAT PENDAFTARAN: Kantor Bappeda Tuban di kompleks Pemkab Tuban, Jalan RA Kartini.

TEMPAT PENDAFTARAN: Kantor Bappeda Tuban di kompleks Pemkab Tuban, Jalan RA Kartini. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN – Untuk menunjang kreativitas dan inovasi masyarakat, Pemkab Tuban melalui badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) setempat kembali menggelar kompetisi bertajuk Tuban Berinovasi. Kompetisi ini memperlombakan tiga kategori, bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Lomba yang merebutkan hadiah total Rp 67,5 juta itu dibuka awal Agustus dan berakhir 30 September.  

Lomba tahunan tersebut merupakan salah satu upaya agar para inovator di Bumi Wali mempunyai wadah untuk berkembang di kota sendiri. Lomba yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tersebut memang menjadi wahana menampung ide maupun gagasan untuk memajukan Tuban dalam berbagai sektor. Sesuai kategori yang dilombakan. Tak tanggung-tanggung, hadiah yang disediakan untuk masing-masing kategori, juara I (Rp 10 juta), juara II (Rp 7,5 juta), dan juara III ( Rp 5 juta).

Kabid Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Tuban Umi Hanik menjelaskan ada tiga kategori yang dilombakan. Masing-masing kategori bebas diikuti siapa saja, baik aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, pelajar, pekerja, praktisi, maupun siapa pun yang beridentitas atau berdomisili di Tuban. Lomba bisa diikuti individu maupun kelompok dengan jumlah personel maksimal lima orang. ‘’Penilaian dari proposal dan paparan juri ahli,’’ terang dia. 

Kategori pertama Tuban Berinovasi adalah bidang ekonomi. Bidang ini meliputi penciptaan produk atau jasa berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia atau orang kreatif. Juga, berbasis pemanfataan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya, teknologi, dan lainnya. Tujuan utama penciptaan produk adalah mendongkrak perekonomian masyarakat. ‘’Bisa juga meliputi produk kreatif atau modifikasi yang belum pernah ada, tapi bernilai jual,’’ ujar Umi. 

Kategori kedua, bidang kesehatan. Bidang ini meliputi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada peningkatan kesehatan remaja, ibu, anak, dan lansia. Serta, ilmu kesehatan lain yang berguna untuk masyarakat. Kategori berikutnya, bidang pendidikan. Meliputi pengembangan ilmu tentang metode pembelajaran yang menggunakan konsep atau teknologi baru, sehingga mudah dimengerti. Serta metode dan inovasi lain untuk kemajuan dunia pendidikan.

Perempuan jebolan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) ini menjelaskan, proses seleksi dibagi tiga tahap. Tahap pertama berdasar gagasan. Peserta yang mendaftar melalui proposal diseleksi dan diambil para finalis untuk masing-masing kategori. Seleksi berikutnya, para finalis memaparkan atau presentasi ide atau gagasan sesuai proposalnya. Seleksi tahap dua itu direncanakan pada awal Oktober. ‘’Untuk penyerahan pemenang  diumumkan pada peringatan Hari Jadi Tuban sekitar November,’’ tambahnya.

Untuk informasi lebih lanjut, peserta bisa menghubungi ruang litbang di lantai tiga Bappeda Tuban, Jalan RA Kartini 2 Tuban. Bisa juga melalui website Pemkab Tuban atau Facebook Rumah Litbang Tuban.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia