Jumat, 16 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Nduk

Sepuluh Tahun Bergelut Silat 

Jumat, 27 Jul 2018 20:43 | editor : Ebiet A. Mubarok

Mirna Novita 

Mirna Novita  (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

NDUK - Bagi Mirna Novita, 23, wanita penting bisa menjaga diri sendiri. Salah satunya menguasai bela diri. Wanita yang akrab disapa Mirna ini tak hanya sekadar menguasai, namun juga berprestasi setelah dirinya digembleng pencak silat Keluarga Pencak Silat Nusantara (KPSN) selama sepuluh tahun. 

Sudah tak terhitung berapa medali yang diperoleh wanita yang tinggal di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban ini. 

Mirna mengikuti pencak silat sejak kelas lima SD. Persisnya saat dia tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. ‘’Setelah lama ikut kok semakin tertarik mendalami, akhirnya jadi hobi dan lahan prestasi,’’ ucap dia.

Istri pemain Persatu Fajar Hadi ini mengatakan, pencak silat adalah warisan budaya yang mengajarkan budi pekerti luhur. Sebab, dalam pencak silat, seseorang tidak hanya diajari teknis membela diri saja. Namun, juga belajar nilai-nilai budaya dan bernegara. Selain itu juga bisa menjadi sarana olahraga untuk menjaga tubuh agar tetap ideal. ‘’Setelah jadi hobi berikutnya saya cari prestasi,’’ tuturnya.

Prestasi pencak silat yang diraih Mirna, antara lain, juara 1 Popda 2011 Provinsi Kalsel, juara 1 O2SN 2010 Provinsi Kalsel, juara 1 O2SN 2011 Provinsi Kalsel, dan masih banyak lagi. Dalam laga internasional, ibu muda yang kini tengah mengandung anak pertama tersebut meraih juara 3 Bimp Eaga (East Asean Growth) Internasional 2016 di Samarinda.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia