Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Features

Gelar Teater Bahasa Inggris, Dari Sindir Penguasa hingga Cerita Rakyat

Oleh: Bhagas Dani Purwoko

Sabtu, 21 Jul 2018 08:18 | editor : Ebiet A. Mubarok

SARAT PESAN: Dua mahasiswi ketika memerankan dalam drama teater.

SARAT PESAN: Dua mahasiswi ketika memerankan dalam drama teater. (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Di dalam sebuah ruangan auditorium telah di-set panggung drama teater, tampak mahasiswa duduk menanti pentas dimulai. Pentas dimainkan mahasiswa prodi bahasa Inggris IKIP PGRI Bojonegoro. Uniknya drama itu diadakan rutin tiap tahun karena dijadikan sebagai ujian akhir semester (UAS).

Pentas diadakan empat hari pada 16-19 Juli lalu dimainkan empat kelompok. Satu kelompok terdiri 15 mahasiswa. Dari empat drama itu, sebagian besar mengangkat cerita tradisional dan sindiran terhadap para penguasa. 

Ada hal berbeda dengan drama tahun lalu. Dulu pementasan drama teater masih menggunakan bahasa Indonesia. “Tahun ini ada empat drama selama empat hari  dan semuanya menggunakan bahasa Inggris,” ujar Meiga Ratih, dosen prodi pendidikan bahasa Inggris.  

Dia menjelaskan, cerita-cerita diangkat mahasiswa itu ada yang naskah saduran, tapi juga ada dibuat sendiri. Judul-judul dramanya seperti Bendera Setengah Tiang, Bullshit Campaign, Miss Ghost World, dan Ande-Ande Lumut. 

“Luar biasa permainan mereka, benar-benar serius menggarapnya” ujar Meiga sapaannya. 

Dan, tema diangkat cukup peka menanggapi isu-isu terkini saling berebut kuasa. Ketika ditarik benang merah, keempat drama itu mengandung pesan moral, bahwa begitu rakusnya manusia suka menghalalkan segala cara meski mengorbankan harga diri meraih segala tujuan.

Secara singkat, kata dia, seperti Bendera Setengah Tiang ini menceritakan permukiman kumuh berisi orang-orang miskin, lalu dijajah seorang konglomerat juga seorang rentenir. Tetapi, rakyat melawan. Sedangkan, drama Bullshit Campaign bercerita tentang pemilihan lurah selalu diselimuti cara-cara licik agar bisa memperoleh kekuasaan. 

Sedangkan, drama Miss Ghost World mengisahkan tentang kontes musik dan kecantikan para hantu. Di dalam ceritanya, ada seorang penyihir curang membuat para hantu gagal menang. Kalau terakhir, cerita tradisional Ande-Ande Lumut. “Semuanya keren, saya bangga,” ujarnya.

Nurhaliza salah satu sutradara Bendera Setengah Tiang mengatakan, drama ini merupakan saduran dari penulis naskah Zohry Junedi. Cerita itu tentang kampung kumuh berisi pemulung, pengemis, dan tunawisma yang ditindas penguasa dan konglomerat juga seorang rentenir. 

“Di akhir cerita saya kisahkan penindasan itu tumbang dengan tetap berdiri tegak bersatu melawan penindasan itu,” ujarnya. 

Nurhaliza cukup matang menggarap drama teater tersebut. Karena, naskah itu sudah pernah ia mainkan ketika masih duduk di bangku SMA. Sehingga, dia hanya mengubah menjadi bahasa Inggris. Dia juga tetap menyisipkan kearifan lokal agar tetap enak dinikmati.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia