Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Features
Uuntuk Pembelajaran Kependudukan

Ciptakan Permainan Ular Tangga Mudah Dipahami bagi Anak Muda

Oleh: M. Nurkhozim

Kamis, 19 Jul 2018 08:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

UNTUK PENDIDIKAN: Safira Nurdiana menjadikan permainan ular tangga untuk  bahan pembelajaran. Inovasi itu membuatnya menyabet juara 1 lomba BKKBN Provinsi.

UNTUK PENDIDIKAN: Safira Nurdiana menjadikan permainan ular tangga untuk  bahan pembelajaran. Inovasi itu membuatnya menyabet juara 1 lomba BKKBN Provinsi. (M. Nurkhozim/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Ular tangga adalah permainan anak-anak. Namun, Safira Nurdiana bisa mendesainnya sedemikian rupa sehingga bisa menjadi bahan pembelajaran. Terutama untuk pembelajaran kependudukan. Inovasi itu membuatnya menyabet juara 1 lomba BKKBN Provinsi.

Safira masih  mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) ketika Jawa Pos Radar Bojonegoro menyambanginya. Siswa kelas XII itu tengah sibuk membantu kegiatan awal tahun pelajaran itu. ”Kegiatan saat ini memang belum pembelajaran,” ujar dia.

Baru-baru ini Fira baru saja memenangi lomba karya tulis ilmiah tingkat Jatim. Sebuah prestasi cukup membanggakan. Mengingat belum banyak siswa yang memenangkannya. Yaitu, karya tulis ilmiah remaja (KIR) yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim. Temanya tentang kependudukan. ”Masalah kependudukan ini menarik untuk dibahas dan sangat penting sekali,” ungkap dia.

Dalam karya tulisnya, Fira menemukan metode yang menarik agar generasi milenial memahami masalah-masalah kependudukan. Yaitu dengan permainan ular tangga. Permainan ular tangga tersebut didesain sedemikian rupa. Sehingga, menjadi lebih menarik digunakan untuk pembelajaran. “Setiap langkah yang didapatkan ada materinya. Dan harus menjelaskan materi itu,“ ungkap dia.

Permainan itu sangat efektif menambah pengetahuan siswa dalam memahami masalah kependudukan. Sebab, jika dijelaskan dengan materi biasa, maka siswa bisa merasa jenuh dan bosan. Sehingga, diciptakanlah perpaduan antara materi kependudukan dengan permainan ular tangga.

Fira menuturkan, generasi milenial harus memahami masalah kependudukan. Sebab, masalah ini bisa menjadi permasalahan besar jika tidak ditanganani dengan benar. 

Dia mencontohkan, mulai 2020 mendatang Indonesia mendapatkan bonus demografi. Yaitu, mendapatkan jumlah pendudukan dengan usia produktif yang sangat banyak. Jika itu tidak bisa diatasi, maka akan menjadi masalah bagi negara. ”Jika jumlah penduduk yang banyak itu tidak berkualitas, ya akan menjadi masalah bagi pemerintah,” jelasnya.

Masalah-masalah yang ditimbulkan adalah pengangguran dan pernikahan dini. Jika permasalahan itu tidak diselesaikan, maka muncul peningkatan angka kemiskinan. ''Jadi, generasi muda harus memahami masalah kependudukan,'' jelasnya.

Fira menuturkan, masalah kependudukan tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara besar seperti Tiongkok juga mengalami masalah yang sama. Sehingga, masyarakat harus diberikan wawasan mengenai kependudukan. ”Dengan permainan ular tangga ini, siswa akan mudah memahami bagaimana masalah itu,” kata siswi asal Sukorejo, Bojongoro itu.

Permainan ular tangga kependudukan itu dia ikutkan lomba karya tulis ilmiah dalam lomba yang diadakan BKKBN. Hasilnya, Fira berhasil meraih juara pertama dengan menyingkirkan sejumlah siswa dari kabupaten/kota lain.

Selain permainan ular tangga, Fira dan teman-temannya juga menciptakan lagu dengan tema kependudukan. Lagu-lagu sudah diserahkan ke BKKBN. Lagu-lagu itu rencananya akan dijadikan jingle kependudukan oleh BKKBN. 

(bj/zim/nas/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia