Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Features
CJH Termuda Tahun Ini

Berlari Tiap Hari, Berdoa Minta Petunjuk

Jumat, 13 Jul 2018 08:05 | editor : Ebiet A. Mubarok

CJH TERMUDA: Maulida Dwi Ayu Rachmawati menunjukkan barang – barang yang disiapkan sebelum berangkat haji bersama keluarganya.

CJH TERMUDA: Maulida Dwi Ayu Rachmawati menunjukkan barang – barang yang disiapkan sebelum berangkat haji bersama keluarganya. (Rika Ratmawati/Jawa Pos Radar Lamongan)

LAMONGAN - Berusia 18 tahun, Maulida Dwi Ayu Rachmawati menjadi CJH termuda asal Lamongan. Salah satu keinginannya saat berhaji nanti, berdoa meminta petunjuk tentang studinya.   

Di bawah terik matahari, ratusan calon jamaah haji (CJH) mengikuti bimbingan, mulai pembekalan hingga manasik haji. Di antara ratusan CJH itu, tampak Maulida Dwi Ayu Rachmawati, 18, serius mendengarkan pengarahan.

Dia hanya mengikuti pembekalan. Maulida tidak bisa mengikuti manasik karena terkendala jadwal magang di sekolahnya, MAN 1 Lamongan.

Tahun ini, Maulida tercatat sebagai pelajar kelas XII.  Meski masih libur semester, dia harus mengikuti program magang untuk menambah poin bidang ketrampilan. Agar tidak buta mengenai kegiatan manasik, Maulida memilih menggali informasi dari orang tua dan kakaknya. Sebab, dia tidak ingin melewatkan setiap momen ibadah di sana.

Maulida  tercatat sebagai CJH termuda di Kabupaten Lamongan. Dia masuk kelompok terbang (kloter) 45 dan berangkat 30 Juli nanti.

Maulida berangkat haji bersama empat anggota keluarganya. Proses menuju keberangkatan ke Makkah harus dilalui dengan perasaan tidak tenang. Maulida sempat gelisah karena proses pembuatan paspor berdekatan dengan ujian kenaikan kelas. “Sebelumnya sempat takut, karena waktunya bersamaan,” ujarnya.

Namun, perasaan plong muncul setelah mengetahui ayahnya memersiapkan seluruh berkasnya dengan lengkap. Dia bertolak ke Surabaya tinggal untuk foto.

Seluruh persiapan keberangkatan haji memang banyak dilakukan orang tuanya. Maulida hanya memersiapkan fisiknya agar kuat menjalankan ibadah selama berhaji. Setiap hari, dia berlari untuk meningkatkan stamina.

Maulida menginginkan fisiknya benar – benar fit. Sebab, sebagian kegiatan berhajinya nanti harus dilakukan dengan jalan kaki.

Cuaca panas di Arab Saudi diantisipasi dengan menyiapkan beberapa vitamin dan suplemen. Tujuannya, daya tahan tubuhnya tetap terjaga.

Sebelum berangkat ke Makkah, Maulida bakal mengambil tabungannya. Sejak mengetahui dirinya bersama keluarga berangkat ke Baitullah tahun ini, dia mulai menyisihkan uang saku. Maulida ingin memanfaatkan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Ingin sedikit menyisihkan saja, entah berguna atau tidak saat di sana,” tuturnya sambil tersenyum.

Saat di Makkah nanti, Maulida ingin memanjatkan doa khusus. Dia ingin berdoa meminta petunjuk tentang pendidikannya. Sehingga tidak salah dalam menentukan pilihan.

Suyono, ayah Maulida, mengatakan, dirinya mendaftarkan putrinya sejak kelas 2 MI. Saat itu, belum berlaku aturan baru mengenai usia CJH mendaftar. Sehingga anaknya bisa didaftarkan.

Maulida didaftarkan karena saat itu dia ingin bisa berangkat haji bersama seluruh anggota keluarganya. Setelah menunggu sekitar delapan tahun, akhirnya keinginannya itu terkabul. “Alhamdulillah diberikan kesempatan sama Allah untuk berkunjung ke rumah-Nya,” ujarnya bersyukur.

(bj/rka/yan/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia