Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Features

Tiga Bersaudara Raih Prestasi di Kejurprov Catur

Oleh: indra Gunawan

Kamis, 12 Jul 2018 09:53 | editor : Ebiet A. Mubarok

BERSAUDARA RAIH PRESTASI: Khamila Rahmah Lusiana, Khamila Hildi Lavely, dan Khamila Nayata Izzi, menunjukkan penghargaan yang diterimanya setelah mengikuti kejurprov catur di Madura.

BERSAUDARA RAIH PRESTASI: Khamila Rahmah Lusiana, Khamila Hildi Lavely, dan Khamila Nayata Izzi, menunjukkan penghargaan yang diterimanya setelah mengikuti kejurprov catur di Madura. (Dok/Jawa Pos Radar Lamongan)

BOKS - Khamila Rahmah Lusiana, Khamila Hildi Lavely, dan Khamila Nayata Izzi memiliki kegemaran sama, bermain catur. Tiga bersaudara itu menunjukkan prestasinya saat mengikuti kejuaraan provinsi (kejurprov) di Madura, Minggu (8/7).

Pengalaman tiga hari di Madura masih melekat jelas di ingatan ketiga bersaudara itu. Lusiana, sapaan akrab Khamila Rahmah Lusiana, menyabet medali emas di kelas junior C pada kejurprov tersebut. Hasil itu melengkapi sederet prestasi yang pernah diraih si bungsu 17 tahun tersebut.

Lavely, sapaan akrab Khamila Hildi Lavely, juga menorehkan prestasi seperti kakaknya itu. Pecatur 14 tahun tersebut menyabet emas di kelas junior putri D. Sementara si sulung yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), Nayata, menyabet medali perunggu di kelas junior putri E.

‘’Cukup senang bisa mempersembahkan emas untuk Lamongan di kejuaraan level provinsi,’’ tutur Lusiana kepada Jawa Pos Radar Lamongan, rabu (11/7).

Atlet berjilbab itu memiliki karakter lebih pendiam dari dua adiknya. Paling lama menggeluti catur, membentuk pribadi Lusiana lebih fokus dan serius ketika menghadapi kejuaraan.

Juara menjadi hal penting bagi Lusiana. Sebab, dia menilai besarnya perjuangan yang dilakukannya, harus dibayar dengan perolehan medali di tiap kejuaraan.

Lusiana bukan tak pernah gagal. Beberapa kali kejuaraan, dia tak menyabet medali. Menangis menjadi cara yang ditunjukkannya ketika tak meraih satu gelar pun.  ‘’Kecewa karena tak ada yang bisa diraih. Tapi itu justru menjadi movitasi ketika menghadapi kejuaraan selanjutnya,’’ imbuh Lusiana.

Sedangkan, Lavely memiliki karakter yang lebih nyantai ketimbang kakak sulungnya itu. Lavely tak pernah menganggap di dalam kejuaraan harus menjadi juara. Ketika tak ada satu pun medali yang diraihnya, Lavely menyikapinya dengan tersenyum. Tak ada beban yang ditunjukkannya.

‘’Siapapun pasti ingin menjadi juara. Tapi kalau memang belum dapat, berarti latihan harus ditingkatkan lagi. Jadi gak mau terlalu terbebani,’’ ujar Lavely.

Sedangkan karakter si bungsu, Nayata hampir mirip seperti Lusiana. Ada kesedihan mendalam ketika tak menyabet satu medali pun. Tapi dibanding kedua kakaknya, Nayata lebih manja kepada kedua orang tuanya. Itu tak lepas dari usia Nayata yang masih kecil.

‘’Kalau Nayata harus ditemani orang tuanya kalau sedang menghadapi pertandingan,’’ tutur Suprayitno, pelatih catur di Percasi Lamongan.

Tiga bersaudara itu berlatih catur tiga kali seminggu di bawah bimbingan Suprayitno. Keahlian bermain catur yang dimiliki tiga bersaudara itu tak lepas dari bimbingan ayah mereka, Saifudin Zuhri. Lusiana dan Lavely menjadi atlet yang dipersiapkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019.

‘’Baik Lusiana, Lavely, dan Nayata sering langganan meraih medali di beberapa kejuaraan sebelumnya,’’ ujarnya.

(bj/ind/yan/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia