Minggu, 24 Mar 2019
radarbojonegoro
icon featured
Nduk

Membaca, Membuka Wawasan

05 Juli 2018, 08: 30: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Alif Wahyu Prihaningtyas

Alif Wahyu Prihaningtyas (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

NDUK - Bagi Alif Wahyu Prihaningtyas, 25, menjadikan membawa sebagai kebutuhan wajib. Tiada hari tanpa membaca, begitulah hari-harinya. Yang dibaca bukan hanya bacaan ringan seperti novel percintaan atau cerita remaja, namun juga buku-buku pengetahuan umum seperti biografi atau kisah perjuangan dan motivasi hidup seseorang. ''Membaca bisa menemani saya ketika libur bekerja,'' kata dia. .

Dara yang tinggal di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding ini mengatakan, menumbuhkan minat baca sangat berat. Sebab, menurut dara yang akrab disapa Alif ini, membaca merupakan hobi orang-orang tertentu. Karena itu, butuh tahap dan proses agar seseorang benar-benar mencintai buku. ‘’Memang harus dimulai dari bacaan yang paling disukai dulu baru bacaan berat lainnya,’’ ungkapnya.

Lulusan Poltekkes Kemenkes Surabaya ini mengakui sempat kesulitan menumbuhkan minat baca dirinya sendiri. Alif mulai merangsang dirinya untuk suka membaca dengan bacaan ringan. Saat itu, kenang dia, yang dibaca novel Ayat-Ayat Cinta. Setelah menuntaskan novel tersebut, dia menumbuhkan minat bacanya dengan membaca novel-novel lain. ‘’Karena sekarang tujuan membaca untuk menambah wawasan, jadi sudah lama meninggalkan bacaan percintaan,’’ kata dia.

Dara yang berprofesi sebagai perawat ini mengatakan, membaca adalah rutinitas yang paling bermanfaat untuk mengisi waktu luang. Selain bisa memperluas wawasan, juga bisa memperbanyak kosakata. ‘’Kalau pikiran mempunyai tabungan kosakata yang banyak, maka tidak akan kesulitan jika berbicara di depan umum,’’ ujarnya menjelaskan manfaat membaca.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia