Jumat, 16 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Tiga Perampok Sadis Ditembak Mati

Kamis, 31 May 2018 04:10 | editor : Ebiet A. Mubarok

BEBER PERKARA: Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono bersama pejabat utama Polres Tuban merilis penembakan pelaku perampokan.

BEBER PERKARA: Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono bersama pejabat utama Polres Tuban merilis penembakan pelaku perampokan. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN – Berakhir sudah pelarian tiga perampok sadis Asnawi, Pariska, dan Hermansyah. Perampok yang kerap beraksi di berbagai kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat itu akhirnya tewas di tangan petugas Satreskrim Polres Tuban. Ketiga warga Ogan Omering Ilir, Sumatera Selatan itu tiga bulan terakhir meresahkan masyarakat Bumi Wali karena beberapa kali merampok dan melukai korbannya.

Menurut catatan satreskrim polres setempat, di Tuban komplotan ini beraksi di empat tempat kejadian perkara (TKP).  Yakni, di Kecamatan Bancar dan Plumpang masing-masing dua kali. Diindikasi kuat korban lain di Tuban enggan melapor. 

Komplotan ini juga menjadi buron Polda Jateng dan Polda Jabar karena aksi sadisnya yang sering melukai dan membunuh korbannya.  

Barang bukti dari para pelaku.

Barang bukti dari para pelaku. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

Ketiga pelaku disergap tim Macan Ronggolawe Unit Jatanras Satreskrim Polres Tuban kemarin (30/5) sekitar pukul 03.35. Saat itu, mereka tengah beristirahat di kamar kosnya di wilayah Kecamatan Benowo, Surabaya. Ketika disergap, pelaku mencoba melawan dengan menembak petugas. Setelah terjadi baku tembak, ketiga pelaku tewas.  

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono mengatakan dalam penyergapan tersebut diamankan 1 unit senjata api rakitan jenis revolver beserta 3 peluru, 1 unit senjata api jenis FN beserta 7 peluru, dan sebilah celurit berlumuran darah. Juga, 1 buah sangkur, sejumlah ponsel, 2 unit sepeda motor yang digunakan beroperasi, uang tunai Rp 25 juta, dan lainnya. 

Nanang menegaskan, sebagian uang hasil pencurian di Tuban sebesar Rp 213, 5 juta dikirim pelaku ke istri dan keluarganya. 

Perwira kelahiran Bojonegoro ini menerangkan, sasaran kejahatan komplotan ini nasabah bank. Modusnya, korban yang baru mengambil uang di bank dikuntit. Kalau suasana di jalan memungkinkan, pelaku menghadang mobil atau motor pelaku sambil menodongkan senjata api dan senjata tajam. Bila situasi tidak memungkinkan, pelaku menodong korban di rumahnya. ''Pelaku tidak segan-segan melukai dan membunuh korbannya yang melawan,'' tegas perwira lulusan Akpol 2000 ini. Salah satu dari tiga pelaku, kata Nanang, merupakan residivis kasus yang sama. Setelah menjalani hukuman dan pulang kampung di Sumatera Selatan, dia mengajak teman di desanya untuk ikut beraksi di Jawa. Agar tidak tercium petugas, setiap beraksi, mereka selalu keliling beberapa kota. 

Nanang menegaskan, tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat. Dia menginstruksikan untuk menembak para pelaku yang membahayakan korban maupun petugas. ‘’Jadi ketiga pelaku ini jadi incaran sejumlah polda, akhirnya berakhir di tangan polisi Tuban,’’ kata dia. (yud/ds)

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia