Selasa, 23 Apr 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Kemenag Segera Data Jumlah Mubalig di Kota Ledre

22 Mei 2018, 04: 05: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi Mubaligh

Ilustrasi Mubaligh (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Kantor Kemenag Bojonegoro segera mendata para mubalig yang ada di Kota Ledre. Itu menyusul rencana Kemenag pusat yang akan meminta nama-nama mubalig untuk diusulkan ke pusat. “Kita segera mendata ada berapa jumlahnya. Jika ada instruksi untuk mengirimkan nama sudah siap,” kata Kepala Kemenag Bojonegoro Syamsuri.

Syamsuri menjelaskan, nama-nama 200 mubalig yang dirilis Kemenag pusat tersebut juga tanpa sepengetahuan Kemenag daerah. Pihaknya tidak mengetahui apa saja kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi mubalig versi Kemenag pusat itu. “Jika ada permintaan dari pusat pasti kami juga akan mengirimkan. Namun, daerah belum diminta mengusulkan,” jelasnya.

Syamsuri menjelaskan, mubalig-mubalig yang diusulkan tersebut masih belum final. Artinya, masih akan ada penambahan lagi terutama dari kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Tentunya, jumlahnya akan lebih banyak dibanding yang saat ini dirilis oleh Kemenag. “Jumlahnya jauh lebih banyak,” jelasnya.

Syamsuri juga tidak mengetahui berapa banyaknya jumlah mubalig yang ada di Bojonegoro. Pihaknya akan secepatnya melakukan pendataan. Jika sewaktu-waktu ada permintaan dari pusat, maka pihaknya akan langsung mengirimkan nama. “Tentunya setelah ada kriteria yang diminta,” jelasnya.

Kasi Bimas Islam Masduki menambahkan, jika ada permintaan mubalig dari pusat, maka harus disertakan kriterianya. Sebab, ada perbedaan antara mubalig dan khatib. Mubalig adalah dai yang sering berdakwah atau berceramah di berbagai kegiatan. Namun, khatib biasanya hanya berkhutbah saja. “Jadi, harus ada kriteria yang dimaksud,” jelasnya.

Menurut Masduki, jumlah mubalig dan khatib di Bojonegoro cukup banyak. Mencapai 5 ribu orang lebih. Pihaknya tidak tahu persisnya. “Itu sudah pernah kita data. Tapi itu sekitar 3 tahun lalu. Data terbaru belum ada,” jelasnya.

Mengenai 200 mubalig yang dilansir Kemenag pusat itu, Bojonegoro tidak ikut mengirimkan datanya. Namun, jika diminta Bojonegoro siap mengirimkan nama-nama mubalig yang ada di Bojonegoro. “Kita akan siapkan data-datanya dulu,” jelasnya.

(bj/nas/zim/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia