Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Peristiwa

Bayi DIbuang ke Jamban, Polisi Masih Selidiki Motif Pembunuhan

Selasa, 22 May 2018 04:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Polisi masih selidiki motif ibu berinisial SAN, 19, warga Kecamatan Margomulyo, membunuh bayinya pada Jumat (18/5) lalu. SAN diduga membunuh bayi tak berdosa yang dilahirkannya pada Jumat (18/5) lalu dengan cara membuangnya ke jamban. Namun, pelaku masih menjalani perawatan di RSUD Ngawi akibat pendarahan usai melahirkan. “Anggota kami masih di lapangan dan sedang melakukan pemeriksaan secara maraton para saksi, sembari menunggu kesehatan ibu kandung membaik,” jelas  Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Daky Dzul Qornain.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengungkapkan, bahwa kronologi terungkapnya kasus pembunuhan terhadap bayi yang baru dilahirkan tersebut bermula, sekitar pukul 06.30 pada Jumat lalu,  saksi bernama Muhni dan Riyanto, yang juga masih tetangga pelaku, disuruh oleh orang tua pelaku yang berinisial SL, untuk menemui pelaku. Ketika di rumah pelaku, Riyanto mengaku melihat ada darah pada air bekas mandi pelaku. “Kondisi pelaku saat itu lemah, lalu pelaku dibawa ke Puskesmas Margomulyo untuk diperiksa,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa pelaku baru saja melahirkan anak dan mengalami pendarahan. Akhirnya, pelaku mengakui bahwa telah melahirkan dan bayinya telah dibuang di jamban yang ada di belakang rumah pelaku. Mendengar pengakuan pelaku, para saksi tersebut segera membongkar jamban yang ada di belakang rumah pelaku. Mereka mendapati bayi berjenis kelamin perempuan dalam keadaan meninggal dunia, sehingga kedua saksi segera melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Margomulyo. “Jenazah bayi tersebut langsung dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk dilakukan otopsi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil otopsi diketahui ciri-ciri jenazah di antaranya jenis kelamin perempuan, berat bayi 3,3 kilogram, panjang bayi 48 sentimeter, kulit cokelat asia, rambut hitam panjang tiga sentimeter, bayi lahir normal, dan diperkirakan usia janin 36 minggu. Adapun tali pusar sudah terpotong sepanjang 10 sentimeter, lingkar kepala 33 sentimeter, dan lingkar dada 34 sentimeter.

Selain itu, berdasarkan pemeriksaan luar, pada kepala bayi terdapat luka babras atau berutan, dari kepala atas kiri, pipi kiri, hidung sampai pipi kanan dengan panjang kurang lebih 12 sentimeter. Selanjutnya pada punggung terdapat luka babras memanjang dari pangkal lengan tangan kiri sampai paha kiri panjang sekitar 10 sentimeter dan luka babras atau berutan pada punggung sampai dengan pinggang.

Sedangkan berdasarkan pemeriksaan dalam, jaringan paru lobus kanan diambil dan berdasarkan hasil tes apung, paru terapung. Artinya bayi tersebut lahir dalam keadaan hidup atau sempat menghirup udara. “Saat bayi lahir, dalam kondisi hidup dan penyebab kematian bayi akibat gagal napas,” terangnya.

Jika terbukti membuang bayinya, SAN terancam pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undan-Undang Nomor 23  Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 338 dan atau pasal 55 KUHP. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkasnya.

(bj/gas/nas/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia