Kamis, 15 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Features

Mie Buah dan Sayur Produk Asli Tuban

Oleh: Ahmad Atho'illah

Senin, 21 May 2018 04:05 | editor : Ebiet A. Mubarok

PASAR MENJANJIKAN: Budi Santoso menunjukkan hadil produksi mie buah dan sayur di rumahnya.

PASAR MENJANJIKAN: Budi Santoso menunjukkan hadil produksi mie buah dan sayur di rumahnya. (Ahmad ATho'illah/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN - Tumpukan kardus yang bertuliskan mie buah dan sayur itu tertata rapi di teras rumah Budi Santoso di Desa Kowang, Kecamatan Semanding. Tidak jauh dari tumpukan kardus tersebut, seorang pemuda bersama orang tua Budi Santoso sibuk memasukkan satu per satu mie yang sudah dalam kemasan plastik ke dalam kardus. Setelah penuh, kardus-kardus itu diisolasi rapi dan dikirim ke Bali.

‘’Itu reseller kami,’’ ujar Budi, sapaan akrabnya Budi Santoso kepada Jawa Pos Radar Tuban. 

Mie berlabel dua piring tersebut hasil produksi Budi bersama keluarganya. Pasarnya tidak hanya lokal, tapi juga menembus sejumlah daerah di Indonesia. Seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Jakarta, Batam, dan Bali. Bahkan, juga menjadi oleh-oleh ke luar negeri. Seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. 

Mie buah dan sayur produk Budi dijual melalui online. Tidak didistribusikan ke toko-toko.

Abdul Rozak, adik Budi menambahkan, sekarang ini ada lima varian buah dan sayur menjadi menjadi bahan baku mie produknya. Yakni, buah naga merah, sayur daun kelor, bayem, wortel, dan cabai. 

Menurut dia, munculnya ide untuk membuat mie buah dan sayur berawal dari permintaan salah satu konsumen yang ingin mengonsumsi mie berbahan sayur. ‘’Awalnya kita hanya memproduksi mie biasa (mie keriting, Red). Karena tertantang dengan permintaan mie berbahan sayur, kami pun melayani,’’ ujarnya.

Diakui Rozak, awalnya dia dan saudaranya tidak memiliki niatan untuk memproduksi mie bahan sayur tersebut secara berkelanjutan. Namun, dalam perjalanannya ternyata semakin banyak permintaan. Bahkan, semakin banyak varian yang diinginkan. Dari situlah, Rozak mulai berpikir bahwa mie berbahan sayur memiliki pangsa pasar yang cukup menjanjikan. Dan, ternyata benar. Kini permintaan terus meningkat. ‘’Sekarang masyarakat lebih memilih bahan-bahan yang menyehatkan. Dan, mie berbahan buah dan sayur menjadi pilihan untuk makan mie yang sehat,’’ tuturnya.

Tak pelak, meski harganya lebih mahal ketimbang mie instan di pasaran, permintaan tak pernah surut. Sebaliknya, terus meningkat. Rata-rata dalam sebulan mencapai 24 ribu bungkus.

(bj/tok/ds/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia