Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Kafe Bersaing Siapkan Menu Bukber

Kamis, 17 May 2018 05:10 | editor : Ebiet A. Mubarok

SAMBUT RAMADAN: Salah satu kafe menyiapkan menu bukber untuk mendongkrak pemasukan.

SAMBUT RAMADAN: Salah satu kafe menyiapkan menu bukber untuk mendongkrak pemasukan. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN – Bulan Ramadan dimulai hari ini (17/5). Sejumlah bisnis kuliner pun berlomba merebut konsumen dengan berbagai inovasi. Tanpa terkecuali kafe. Jika biasanya kafe mengunggulkan menu ringan seperti minuman dan camilan, kini kafe bersaing menyiapkan menu buka bersama (bukber). Menu tersebut disiapkan untuk konsumen yang datang berkelompok.

Manajer Kafe Kono Kene, Haris mengatakan, menu buka bersama merupakan menu khas yang disediakan selama bulan puasa saja. Menu di kafenya menyediakan paket untuk minimal 5 hingga 10 orang. 

Dia mengatakan, jika bulan puasa, konsumen yang datang di siang hari turun drastis. Sehingga satu-satunya cara yaitu mendongkrak konsumen pada malam hari. “Ramadan biasanya ramai acara bukber dari pelajar dan anak muda,” ungkapnya rabu (16/5).

Pria asal Surabaya itu mengatakan, selain menu bukber, upaya lain agar mendongkrak konsumen adalah dengan menyediakan takjil gratis bagi konsumen yang datang berkelompok. Bagi bisnis kuliner, Ramadan justru menjadi momentum yang bisa mendongkrak banyak konsumen. Sebab hampir dipastikan konsumen datang berkelompok. “Ramadan justru konsumen yang datang berkelompok akan lebih banyak jika dibanding sebelumnya,” tuturnya.

Pengelola foodcourt Merak, Amin Jaya mengatakan, saat Ramadan konsumen yang datang berkelompok tidak hanya dari kalangan anak muda. Kalangan keluarga tidak kalah banyak. Karena itu dirinya menyiapkan menu paket untuk remaja dan keluarga. “Sekarang kafe atau pusat kuliner tidak hanya diisi pelajar atau anak muda. Dari keluarga dan komunitas orang dewasa juga banyak,” ujarnya.

Menurut Amin, pengusaha kuliner harus pandai melihat peluang. Untuk menu, dirinya menyiapkan 80 persen makanan berat. Sementara sebagian kecil makanan ringan. Formasi tersebut sementara disiapkan untuk Ramadan. “Dengan menyediakan banyak menu berat, harapannya banyak dilirik segmen keluarga,” katanya.

(bj/yud/feb/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia