Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Hanya Andalkan Event, Okupansi Lesu

Sabtu, 12 May 2018 05:15 | editor : Ebiet A. Mubarok

KOMPETITIF: Bisnis hotel belum beranjak pulih. Persaingan bisnis ini kian terasa karena semakin banyak pelaku usaha.

KOMPETITIF: Bisnis hotel belum beranjak pulih. Persaingan bisnis ini kian terasa karena semakin banyak pelaku usaha. (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO - Persaingan antarhotel di Bojonegoro cukup sengit. Berbagai upaya dilakukan pengelola tempat penginapan tersebut untuk mendongkrak tingkat hunian, mulai meningkatkan fasilitas dan trik diskon. Hasilnya, okupansi mentok hanya 5-10 persen.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bojonegoro Moh. Subekhi menyampaikan, okupansi hotel masih sama dengan tahun lalu. Menurut dia, tingkat hunian baru naik drastis ketika ada pekerja proyek migas di Bojonegoro. ''Okupansi hotel masih sangat lesu karena memang tidak terlalu banyak orang luar kota yang singgah ke Bojonegoro,'' ujarnya.

Meski demikian, dia bersyukur menjelang pilkada serentak 2018, tingkat hunian terkerek tak lebih dari 10 persen, karena banyaknya tim pemenangan atau petugas partai dari luar kota yang berkampanye di Bojonegoro. ''Cukup mendongkrak okupansi, tetapi tidak banyak, tidak sampai 10 persen,'' ungkap dia. 

Sementara itu, persaingan fasilitas hotel di Bojonegoro banyak beradu  layanan hall atau meeting room. Itu karena kebutuhan event adalah ruang pertemuan. Fasilitas lainnya, kolam renang dan gym. 

Subekhi memprediksi okupansi naik sekitar lima persen pasca Lebaran. Itu dipicu dari banyaknya warga asli Bojonegoro yang mudik. ''Kami tentu menunggu momen pasca Lebaran ketika banyak orang pulang kampung,'' pungkasnya.

(bj/cho/gas/ds/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia