Selasa, 26 Mar 2019
radarbojonegoro
icon featured
Redaksi
Kabar dari Tanah Haram (3)

Imam Pindah di Mihrab Nabi

Oleh: Zahidin

10 Mei 2018, 05: 20: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Zahidin

Zahidin (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Lain Makkah, beda di Madinah. Mencari saf awal di Masjid Nabawi, sekarang, lebih mudah. Tak perlu blocking area. Tak membutuhkan penuh tenaga. Cukup datang lebih awal, bisa mendapat saf pertama. Ini karena banyak jamaah umrah yang belum tahu perubahan baru di Masjid Nabawi. Sebelum ini, imam berada di mihrab lorong Babussalam. Tempat para jamaah melakukan ziarah Makam Rasulullah. Sekarang, posisinya pindah. Imam berada di Raudhah (masjid asli Rasulullah). Tepatnya di Mihrab Nabi. Tempat di mana dahulu Rasulullah memimpin salat para sahabat.

Banyak jamaah terpaksa diusir askar karena mengira bakal mendapat saf pertama. Di tempat jalan ziarah Makam Rasulullah itu. Sejam sebelum azan, tempat ini sudah disterilkan. Para askar akan menghalau jamaah yang duduk-duduk di tempat itu.

Tiga puluh menit sebelum azan, tempat ini juga harus steril dari jamaah. Tidak boleh salat sunah di situ. Dilarang ziarah Nabi. Jamaah dihalau untuk keluar masjid. Atau mencari saf di dalam masjid. Azan mau tiba. Salat segera di mulai. Jalan itu juga dipakai lewat imam menuju Raudhah. Di Mihrab Nabi.

Selama ini, memang, di lorong pintu satu Babussalam adalah tempat saf awal Masjid Nabawi. Ada enam saf di situ. Imam memimpin salat pas di tengah lorong tersebut. Jamaah lantas sering mem-blocking area itu. Dengan menggelar sajadah. Meletakkan tas. Meninggalkan serban. Meletakkan meja kecil baca Alquran. Atau, selonjoran di tempat itu. 

Sejak Januari 2018, tempat Imam Masjid Nabawi pindah. Ke tempat Mihrab Nabi Muhammad SAW. Posisinya di sisi depan kanan Raudhah. Dekat dengan mimbar Rasulullah. Dengan perubahan ini saf pertama adalah saf awal di Raudhah. Dan, lurus ke barat dekat pintu Babussalam. Saf yang di depannya ada pagar berisi rak-rak Alquran.

Perubahan ini mengharuskan saf jamaah yang berada di luar masjid depan Babussalam dan Pintu Baqi harus mundur enam saf. Dulu, sewaktu imam menempati mihrab di lorong Ziarah Rasul tersebut, batas imam sejurus dengan dinding pintu Babussalam. 

Papan pengumuman batas saf di luar masjid masih belum dicopot. Tapi, karpet yang digelar sudah mundur enam langkah. Juga diberi garis batas saf awal. Beberapa askar juga berjaga-jaga menjelang azan tiba. Agar jamaah sudah tidak membuat saf lagi yang lurus dengan dinding Babussalam. Namun, harus mundul keenam saf itu. Selurus karpet yang sudah dipasang. 

Bagaimana agar mendapat saf pertama di Masjid Nabawi. Tak terlalu sulit. Cukup datang sejam sebelum azan. Masuk lewat pintu utama nomor 19-22. Lurus saja berjalan. Sampai samping Raudhah hingga mentok ke jalan menuju ziarah Makam Rasul. Duduk saja di saf pertama yang di depannya adalah rak-rak Alquran itu. Tunggu sampai azan tiba. Sabar hingga salat dimulai.

Atau cara yang paling gampang adalah masuk masjid lewat pintu 1 Babussalam. Tak usah terus menuju Makam Rasulullah. Hanya perlu belok kiri lewat pintu kecil pertama. Cari tempat duduk di saf awal. Kalau masih ada lowong untuk Anda.

Hanya saja, jatah saf awal di Masjid Nabawi sangatlah sedikit. Mungkin sekitar seratusan orang. Ini karena sejak dari saf pertama di Raudhah sampai pintu kedua dari Babussalam sudah di-blocking oleh para askar. Buat siapa?

Pertama adalah untuk askar itu sendiri. Seperti yang kerap kami tulis dari oleh-oleh dari Tanah Suci terdahalu, para imam ini dikawal sekitar 10-an askar. Mereka akan berada di kanan kiri, saf pertama, kedua sampai ketiga. Secara acak. Nah, lima puluh persen saf awal ini sudah dikuasai askar dan para pengurus Masjid Nabawi. 

Kedua, saf awal itu juga di-blocking buat para syech yang bertugas di Masjid Rasulullah. Mereka jumlahnya sekitar 50 syech. Posisinya di kanan Mimbar Rasulullah. Tapi, di luar area Raudhah. Tepatnya di pintu kedua dari Babussalam. 

Just info: mulai pintu Babussalam hingga Makam Rasul ada empat pintu kecil yang dipakai jamaah menuju Raudhah. Dua pintu berada di dalam area Raudhah (timur) dan dua pintu lagi di luar tempat mustajabah itu (barat).

Karena sedikitnya jatah saf awal di Masjid Nabawi, sakarang banyak jamaah juga berlomba-lomba blocking area di saf awal itu. Hanya saja, tidak seekstrem di Pelataran Kakbah. Yang harus membentuk barikade. Dorong mendorong. Diterjang. Ditendang. Dan butuh tenaga superekstra.

Mencari saf awal di Masjid Nabawi cukup datang lebih dini. Berbekal kesabaran. Kesabaran yang berbalut pahala. Sebab, waktu sejam atau lebih tak akan terasa. Jika di isi ngaji tiada henti. Atau zikir tanpa terkira. Sampai azan berkumandang. Hingga iqamah tiba. Lega terasa di dada. Menempati saf paling mulia. Apalagi mendapat ganjaran 1.000 kali pahala. (bersambung)

(bj/*/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia