Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngaku Anggota Polri, DPO, Diamankan 

Rabu, 09 May 2018 05:25 | editor : Ebiet A. Mubarok

DIAMANKAN: Sarles Umar, 38, asal Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya dibekuk anggota Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan.

DIAMANKAN: Sarles Umar, 38, asal Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya dibekuk anggota Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

KOTA – Sarles Umar, 38, asal Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya dibekuk anggota Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan selasa (8/5). Tersangka merupakan DPO selama sepuluh bulan karena melakukan penipuan hingga pemerasan uang kepada Suprayitno, 41, warga Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket, 18 Juli 2017. 

Menurut keterangan polisi, tersangka kepada korban mengaku sebagai anggota Polri dan berdinas di Polrestabes Surabaya. Dia mendapatkan nomor handphone korban dari temannya. Saat bertemu, korban meminta pertolongan untuk mengujikan kir mobil. Namun, korban tidak membawa mobil. Dia hanya memiliki bukunya yang dibawa ke Surabaya. 

Tersangka pun ‘’menjebak’’ korban dengan memanfaatkan pernyataan tidak membawa mobil. Sebab, pengurusan uji kir seperti itu melanggar aturan. Tersangka mengancam bakal melaporkan ke ranah hukum.

‘’Merasa takut, korban harus berdamai. Akan tetapi tersangka meminta uang sebesar Rp 50 juta,’’ jelas Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yadwivana Jumbo Qantason.

Korban akhirnya diajak  naik mobil Xenia hitam milik tersangka dan diajak ke Gresik. Saat di perjalanan, tersangka mengeluarkan senjata api mainan yang diikat di pinggang dan dimasukkan ke laci mobil. 

Korban merasa senjata itu asli. Karena hanya memiliki Rp 10 juta, dia lalu menghubungi istrinya untuk meminta uang Rp 15 juta. Alasannya, ada permasalahan. Istri korban ternyata hanya memegang Rp 5 juta. Dia kemudian menggadaikan perhiasan Rp 10 juta.

Tersangka yang mendapatkan Rp 25 juta, menggunakan uang tersebut untuk minum – minuman keras. ‘’ Barang bukti yang diamankan tersisa uang sebesar Rp 300 ribu dan dua handphone miliknya hasil kejahatan. Sedangkan senpi yang dibawa hanyalah mainan,’’ kata Jumbo.

(bj/jar/mal/yan/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia