Jumat, 18 Jan 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Kemelut Perceraian di PN, Seret Nama Tokoh Kelenteng

01 Mei 2018, 18: 09: 24 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

EMOSI: Ratna (kiri) mendamprat dan mengejar Ana Agustina ketika keluar dari ruang panitera muda perdata Pengadilan Negeri Tuban Senin (30/4).

EMOSI: Ratna (kiri) mendamprat dan mengejar Ana Agustina ketika keluar dari ruang panitera muda perdata Pengadilan Negeri Tuban Senin (30/4). (Dwi Setiawan/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN - Menjelang sidang kedua perceraian di Pengadilan Negeri (PN) Tuban yang dipimpin ketua majelis hakim Perella D. Ranzah berakhir sekitar pukul 10.20, Sioa Hiem alias Ratna menyanggong di depan pintu keluar. Yang ditunggu Ana Agustina, mantan karyawati Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, penggugat kasus perceraian tersebut. 

Begitu perempuan yang ditunggu melangkah keluar pintu ruang sidang Cakra, istri So Tjiauw Gwan alias Bambang Djoko Santoso, pengurus bidang pemuda dan olahraga TITD tersebut langsung memburu. Sambil mengejar, dia mendamprat Ana. ''Kamu merebut suamiku,'' umpat dia dengan suara keras. Wajah perempuan yang mengenakan baju biru dan bercelana tigaperempat hitam tersebut terlihat memerah menahan emosi.

Pemandangan tersebut mendapat  perhatian pengunjung sidang dan petugas keamanan. Karena terus dikejar, Ana yang melangkah cepat dan dikawal anak sulungnya langsung masuk ke ruang panitera muda perdata Enni Roesnajanti. 

Ratna yang tidak menyusul masuk, memilih menunggu di depan pintu. Sekitar sepuluh menit kemudian, Ana keluar. Ratna pun kembali mengejar sambil mendampratnya hingga ke lokasi parkir di depan gedung pengadilan. 

Kasus perceraian tersebut bakal menjadi pintu masuk pengurus dan penilik kelenteng di Jalan RE Martadinata tersebut dalam mengusut Wawan, panggilan akrab Bambang Djoko Santoso terkait pelanggaran etika. Dia dituding sebagai pihak ketiga di balik gugatan perceraian tersebut. Welly Gunawan, 40, suami Ana (tergugat) kasus perceraian tersebut kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, dirinya sudah mengirim surat kepada pengurus dan badan penilik TITD. ''Dia (Wawan) yang menjadikan keluarga saya berantakan,'' kata dia di halaman PN Tuban sambil menunjukkan surat laporan tersebut.

Dalam laporan setebal empat halaman tersebut, Welly tidak hanya mengungkapkan fakta di balik pemicu keretakan rumah tangganya, namun juga melampirkan empat foto istrinya yang berpose mesra dengan tokoh kelenteng yang juga koordinator agama Konghucu tersebut. Foto lainnya, gembok cinta  bertuliskan nama Wawan dan Ana.

Dikatakan dia, foto-foto yang didapatkan dari smartphone istrinya yang dirampas pada 7 Februari lalu tersebut akan dijadikan fakta dan dibeber di persidangan. ''Sangat tidak patut seorang tokoh agama yang jadi panutan malah merusak rumah tangga umatnya,'' kata dia didampingi penasihat hukumnya Choliq Ali.

Humas Pengadilan Negeri Tuban Donovan Akbar Kusumo Buwono mengaku belum mengetahui insiden setelah sidang perceraian itu. Dikatakan dia, setelah sidang beragenda jawaban tergugat kemarin, sidang dilanjutkan dengan penyampaian replik dan duplik. Setelah itu, baru pembuktian dari penggugat dan tergugat.

Dikonfirmasi tadi malam, Wawan membantah menjadi pemicu keretakan rumah tangga Welly-Ana. Terkait foto dirinya bermesraan dengan Ana yang dijadikan bukti kasus tersebut, pemilik toko alat musik di Bojonegoro ini beralibi. Mulanya, Wawan mengaku bertemu Ana bersama anak-anaknya di swalayan Samudra Tuban. Ketika bertemu itulah, dia diminta mengantar ke Pemandian Bektiharjo, Semanding. ''Saya yang mulanya menolak, akhirnya mengantar,'' kata dia yang menyebut latar foto tersebut bebatuan di Bektiharjo. Terkait foto gembok cinta, Wawan menyebut itu hanya rekayasanya.

Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio Tuban Oei Ging Koen alias Gunawan Putra Wirawan enggan mengomentari langkah pengurus dalam kasus tersebut. ''Waduh, maaf saya tidak bisa berkomentar,'' kata dia.

(bj/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia