Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Diduga Lakukan Korupsi Raskin, Kades Bulumargi Ditahan 

Sabtu, 28 Apr 2018 05:30 | editor : Ebiet A. Mubarok

KASUS RASKIN: Kades Bulumargi diproses hukum. Dia kemarin (27/4) ditahan kejari dan dititipkan di Lapas Lamongan. 

KASUS RASKIN: Kades Bulumargi diproses hukum. Dia kemarin (27/4) ditahan kejari dan dititipkan di Lapas Lamongan.  (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

BABAT – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan Jumat (27/4) menahan Trimo Hadi Supriyo, kepala Desa Bulumargi, Kecamatan Babat.  Dia diduga menjual sekitar 2,2 ton beras untuk masyarakat miskin (raskin) pada pencairan September - Oktober 2016. Sebelum ditahan, Trimo sempat menjalani pemeriksaan di ruang pidana khusus (pidsus) di lantai dua kantor yang berada di Jalan Veteran Lamongan tersebut. Saat tiba di gedung tersebut, tersangka mengenakan baju batik biru lengan panjang. Lebih dari dua jam Trimo didampingi pengacaranya menjalani pemeriksaan secara tertutup. 

Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Trimo mengenakan seragam tahanan tipikor berupa rompi khusus. ‘’Setelah diperiksa tahap dua ini, kami memutuskan untuk ditahan,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Herry Purwanto, kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut Herry, sesuai hasil pemeriksaan tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari Polres Lamongan, beras jatah dari bulog tidak semuanya dibagikan kepada warga kurang mampu. Saat pencairan, Desa Bulumargi mendapatkan jatah 11,7 ton dari bulog sebanyak 11,7 ton. Namun, 2,2 ton di antaranya dijual untuk kepentingan pribadi.

‘’Sesuai hasil penghitungan inspektorat, kerugiannya sekitar Rp 17 juta,’’ ujarnya. Meskipun kerugian negaranya kecil, lanjut dia, kasus korupsi tetap melihat unsur tindak pidananya. Sehingga, perkara tersebut tetap diproses sampai berkekuatan hukum tetap. Sebagai efek jera dan pembelajaran bagi pemerintah desa yang mengemplang raskin.

Tersangka yang masa jabatannya menyisakan setahun itu, dijerat pasal 8 jo 18 ayat (1) huruf (E) Undang - Undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Trimo saat ini dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Masyarakat (Lapas) kelas II B Lamongan. 

Dikonfirmasi terpisah, Suisno, penasihat hukum  tersangka, memastikan penahanan kliennya itu menjadi kewenangan penyidik. Dia belum menyatakan sikap terkait penahanan itu, meskipun penahanan tersebut bakal berdampak pada pelayanan di Desa Bulumargi. ‘’Kami belum bersikap. Salah satu pertimabngan kami memang tentang pelayanan desa,’’ katanya.

(bj/jar/msu/yan/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia