Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial
Gerakan Pembiasaan Asmaul Husna sejak Dini

Implementasi Inovasi Pendidikan Karakter G 99 SATU HATI

Jumat, 27 Apr 2018 10:28 | editor : Ebiet A. Mubarok

Advertorial

Advertorial (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN - Inovasi penguatan pendidikan karakter pada anak usia dini kembali diluncurkan bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Jumat (20/4). Bertempat di Pendapa Krida Manunggal Tuban, peluncuran inovasi yang dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj itu diresmikan Bupati Tuban Fathul Huda.

Inovasi untuk membekali dan menyiapkan generasi penerus Kabupaten Tuban yang unggul dan berkarakter itu diberi nama G 99 SATU HATI. Yang merupakan makna dari Gerakan untuk menggemakan, menggetarkan, menggaungkan (99) Asmaul Husna pada diri setia anak sejak usia dini. Harapannya, terwujud pribadi yang unggul dan taat beribadah sesuai dengan slogan SATU HATI (Saya Anak Tuban Unggul dan Hafal Asmaul Husna Taat dalam Ibadah).

Kabid SD Disdik Tuban Witono mengatakan, G 99 SATU HATI merupakan implementasi dari penguatan pendidikan karakter sejak usia dini. Tujuannya, menanamkan nilai-niai religius pada diri anak sejak usia dini. Dengan harapan, Asmaul Husna yang mengandung sifat-sifat Allah itu bisa diterapkan dalam aktivitas pembelajaran. ‘’Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa mewujudkan pribadi yang religius,’’ tuturnya.

advertorial

advertorial (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

Witono lebih lanjut menjelaskan, gerakan G 99 merupakan program hafalan wajib untuk seluruh SD negeri maupun swasta se-Kabupaten Tuban dengan jumlah peserta didik sekitar 72.742 siswa. Adapun bentuk pembiasannya diserahkan ke masing-masing sekolah. Bisa dilaksanakan saat awal atau akhir pelajaran maupun sebelum atau sesudah salat Duhur berjamaah. ‘’Khusus untuk hari Jumat diwajibkan secara bersama-sama untuk seluruh siswa dari semua tingkatan (dari kelas 1-6, Red),’’ terang mantan kepala SMPN 3 Tuban itu.

Dalam sambutannya, Bupati Tuban Fathul Huda memberikan apreasiasi atas inovasi penguatan pendidikan karakter yang kembali diluncurkan disdik. Dikatakan bupati, penanaman pendidikan karakter sejak dini melalui pembiasaan hafalan Asmaul Husna merupakan langkah yang sangat positif. Karena itu, orang nomor satu di Pemkab Tuban ini berharap, inovasi penguatan pendidikan karakter harus dikawal penuh. Tentu, dengan peran maksimal dari semua guru.

‘’Saya sangat mengapresiasi dan bangga dengan inovasi ini (gerakan Asmaul Husna, Red),’’ tutur dia yang meminta kepada semua guru untuk mensukseskan inovasi tersebut.

Hadir dalam peluncuran inovasi tersebut, Kepala Disdik Tuban Sutrisno, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Tuban Edy Sukarno, perwakilan Dewan Pendidikan Tuban, sejumlah pejabat terkait serta seribu lebih pendidik, kepala SD/SMP, kepala UPTD disdik, pengawas, dan sejumlah tamu undangan.

(bj/tok/ds/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia