Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Tahun Pasutri Jadi Kurir SS

Jumat, 20 Apr 2018 19:52 | editor : Ebiet A. Mubarok

SALING MENDUKUNG: Pasutri asal Desa Beru yang diamankan Satreskoba Polres Lamongan kemarin. 

SALING MENDUKUNG: Pasutri asal Desa Beru yang diamankan Satreskoba Polres Lamongan kemarin.  (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

SARIREJO – Pasangan suami istri (pasutri) Sholikin alias Turis, 45, dan Jumaiyah, 47, ini kompak dalam menjual sabu – sabu (SS).  Pasutri asal Desa Beru, Kecamatan Sarirejo, diamankan Satreskoba Polres Lamongan di rumahnya dinihari Kamis (19/4) setelah dua tahun menjadi kurir sabu – sabu. 

Di hadapan petugas, Sholikin mengatakan, saat polisi datang untuk melakukan penggeledahan, dirinya tertidur. Dirinya terbangun setelah mendengar suara istrinya berteriak. ‘’Semua barang di atas meja di dalam kamar kosong, sudah tidak ada entah kemana, tak mengetahui,’’ katanya sambil menundukkan kepala.

Ternyata, sabu – sabu itu diamankan istrinya. Barang tersebut sudah dibungkus rapi, tinggal menjual Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu per klip. 

Kasat Narkoba Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono mengatakan, saat didatangi anggotanya, Jumaiyah tidak hanya berteriak keras. Juga bergulung – gulung di atas laintai. Polisi mengira aksi tersangka itu hanya alibi. ‘’Ternyata barang bukti bentuk selang korek gas atau yang lainnya sangat banyak sekali ditemukan di dalam rumah berceceran. Pastinya rumah ini sudah lama digunakan untuk penggunaan barang haram,’’ ujarnya.

Polisi kemudian menemukan beberapa alat hisap di kamar kosong dan lemari tersangka. Karena curiga dengan Jumaiyah, polwan yang bertugas diperintahkan Djoko untuk menggeledah tubuh perempuan tersebut. Ternyata, ditemukan sabu – sabu dan alat timbang digital. ‘’Ada juga, dua klip sabu – sabu disembunyikan di dalam payung milik tersangka di dalam tempat tidur,’’ ujar pria yang menyukai tenis lapangan tersebut. 

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, tersangka menjadi kurir sejak sekitar dua tahun lalu. Tersangka juga menyediakan peralatan nyabu dengan harga Rp 100 ribu. Dalam pengakuannya, lanjut Djoko, tersangka mendapatkan barang dari wilayah Surabaya. ‘’Dari hasil penjualannya, tersangka selama satu bulan mendapatkan uang Rp 13 juta,’’ katanya.

Dalam kasus ini, barang buktinya dua klip sabu – sabu, dua timbangan digital, sebuah payung merah, lima belas plastik bekas sabu – sabu, enam sekrop kecil dari sedotan  yang sudah dimodifikasi, enam pipet, empat alat hisap, sebuah handphone  dan sebuah gunting. 

(bj/jar/mal/yan/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia