Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Tangkap Ibu Rumah Tangga Pengedar SS

Sabtu, 14 Apr 2018 06:55 | editor : Ebiet A. Mubarok

DIBEKUK: Ibu rumah tangga pengedar SS yang diamankan. Insert, barang bukti SS yang diamankan.

DIBEKUK: Ibu rumah tangga pengedar SS yang diamankan. Insert, barang bukti SS yang diamankan. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN – Sebulan, dua pengedar sabu-sabu (SS) diamankan dengan total barang bukti seberat 4,06 gram. Dari pengedar pertama, Rubiati, ibu rumah tangga warga Desa Menilo, Kecamatan Soko diamankan 3,38 gram yang dikemas dalam 6 poket. Dari tangan Rubi juga diamankan seperangkat alat hisap berupa bong dan ipet.

Pengedar berikutnya Hendro Harsono, warga Kelurahan Sukorejo, Bojonegoro. Dari tangan pria ini diamankan SS seberat 0,68 gram yang dikemas dalam dua poket. Dia ditangkap ketika transaksi di Kecamatan Soko. Hendro tertangkap dengan SS di dalam pembungkus rokok. Selama ini, daerah pinggiran menjadi sasaran peredarannya. 

Kasatreskoba Polres Tuban AKP I Made Patera mengatakan, SS yang beredar di Tuban banyak dipasok dari bandar yang bermukim di Surabaya. ''Peredaran SS di Tuban masuk zona merah. Termasuk yang tertinggi di Jawa Timur,'' ungkap dia. 

Sementara Rubiati mengaku membeli SS dengan harga Rp 1,5 juta per gramnya. Zat psikotropika inilah yang dijual dengan harga Rp 2,5 juta per gram.

Made mengatakan, peredaran SS di Tuban menggunakan modus yang hampir sama. Awalnya, para pengedar memberikan tester gratis ke sejumlah anak muda yang menjadi sasarannya. Kalau sudah ketergantungan, mereka menjual dengan harga yang cukup tinggi. Mulai Rp 500 ribu per poket yang berisi Rp 0,30 gram.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia