Kamis, 15 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Permintaan Striping Roda Empat Meningkat

Selasa, 21 Nov 2017 08:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

strip stiker roda empat

SESUAI KEBUTUHAN: Striping bagi mobil cukup bermanfaat bagi pehobi modifikasi atau pelaku usaha. (Bhagas Dani Purwoko/Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Beberapa pemilik kendaraan roda empat kerap kali bosan dengan warna cat asli kendaraan yang polos. Adapun beberapa pengusaha yang perlu memasang striping usaha mereka digunakan untuk mobil operasional. Rata-rata, mereka ingin mendapat suasana baru yang lebih keren pada kendaraan yang ditungganginya. Sehingga bisnis striping atau sticker sangat diminati.

Salah satu pengusaha striping di Jalan HOS Cokroaminoto Bojonegoro, Achmad Adha, usaha yang dirintisnya kurang lebih selama 10 tahun cukup prospektif.

Berawal dari trotoar hingga mampu mengontrak tempat. “Saya memang dari nol, tapi saya yakin prospek bisnis striping atau sticker tak akan mati,” ungkap Gus Adha, sapaan akrabnya.

Bersama lima karyawannya, Gus Adha membandrol jasa striping-nya dengan harga yang cukup bersaing. Akhir-akhir konsumen yang mendominasi dari kalangan pengguna roda empat.

Biasanya digunakan untuk usaha jadi bisa jadi mobil operasional, lalu ada juga yang memang pehobi modifikasi. Adapun terkadang juga ada yang pasang striping di mobilnya untuk kampanye jelang pilkada.

Harganya pun variatif, tergantung ukuran, model, dan bahanya. “Kalau mobil grafis samping, Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu,” ujarnya.

Kalau untuk desain yang 3D lebih mahal lagi, biayanya hingga Rp 2 juta. “Alhamdulillah, omzet per bulan sekitar Rp 25 juta,” katanya.

Selain motor dan mobil, Gus Adha juga melayani pemasangan striping truk bagian depan. “Karena konsumen saya memang beragam. Sering kali, pelanggan setia saya gonta-ganti striping karena pengin selalu update desainnya,” ujar pria asli Balen itu.

Terpisah, salah satu pengusaha striping di Jalan Panglima Polim Bojonegoro, Hakim Setiawan mengatakan, dalam waktu setahun membuka usahanya sudah mampu meraup omzet sekitar Rp 20 juta per bulan.

“Banyak sekali anak muda yang ingin nuansa baru pada motor atau mobilnya,” ujar Hakim, sapaan akrabnya menambahkan, bisnis yang dijalaninya mayoritas konsumennya anak-anak muda yang hobi modifikasi.

“Kendaraan yang sangat sering datang ke tempat saya belakangan ini mobil-mobil jenis city car,” ungkapnya.

Hakim pun mampu melayani jasa desain striping sesuai dengan keinginan konsumen. Jadi harga akan menyesuaikan dengan desainnya tersebut.

Jasa pemasangan striping di tempat usahanya kisaran Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per unit mobil.

(bj/gas/haf/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia