Jumat, 14 Dec 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Buat Suami! Jangan Sering Jajan Diluar Kalau Ngga Mau Isterinya Begini

Selasa, 07 Nov 2017 06:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

ilustrasi hiv aids

ilustrasi ibu rumah tangga hiv (pixabay)

BOJONEGORO – Jumlah penderita HIV/AIDS di Bojonegoro masih cukup tinggi. Hingga tribulan ketiga tahun ini, jumlah penderitanya mencapai 83 orang. Dari jumlah itu, 16 di antaranya sudah meninggal dunia. Ironisnya, mayoritas penderita HIV masih ibu rumah tangga. 

Sekretaris Komisi Perlindungan AIDS (KPA) Johny Noorhariyanto mengatakan, dibanding tahun lalu jumlah penderita HIV/AIDS  jauh lebih sedikit.

Tahun lalu jumlah penderitanya mencapai 164 orang. ”Tahun ini sepertinya tidak akan sebanyak itu,’’ ungkap Johny kemarin (6/11).

Johny melanjutkan, meskipun mengalami penurunan, namun jumlah tersebut masih cukup banyak.

Pihaknya masih terus berusaha agar angka penderita HIV/AIDS  terus berkurang setiap tahunnya. 

Dari jenis kelamin, penderita laki-laki dan perempuan seimbang, masing-masing 41 dan 41 orang.

Persebaran wilayahnya hampir merata. Namun, di wilayah Kecamatan Kota paling banyak, yaitu 10 orang.

Disusul Kecamatan Ngasem dan Kapas, masing-masing 8 orang.

Johny menjelaskan, HIV/AIDS  hanya menular melalui tiga cara, yaitu darah, jarum suntik, air susu ibu, dan hubungan seksual.

”Penularannya melalui tiga cara itu. Kalau bersentuhan saja tidak,’’ ungkap dia.

Menurut Johny, banyak masyarakat yang selama ini berpikiran salah mengenai cara penularan itu.

Yaitu, melalui sentuhan. Akibatnya, mereka menjauhi pada penderita HIV. Hal tersebut, lanjut Johny, akan semakin membuat penderita HIV tertekan karena dikucilkan.

”Bisa-bisa mereka nekat menularkan virus yang ada pada mereka,’’ jelasnya. 

Johny menjelaskan, rata-rata penderita HIV di Bojonegoro tidak mengetahui kalau mengidap. Sebab, mereka tidak memeriksakan diri ke dokter.

Rata-rata mereka baru tahu kena jika HIV sudah menjadi AIDS. Padahal, saat HIV menjadi AIDS tidak lagi ada obatnya.

”Kalau masih HIV masih ada obatnya. Kalau sudah AIDS obatnya tidak ada,’’ jelasnya.

Dari data di KPA, paling banyak pengidap HIV adalah ibu rumah tangga, mencapai 26 orang. Kemudian, disusul wiraswasta 18 orang.

Jhony menjelaskan, tidak semua penderita HIV adalah orang yang tidak benar atau pekerja seks komersial (PSK).

Kemungkinan mereka ditularkan oleh suaminya yang suka berganti pasangan. Hal tersebut secara langsung akan menular pada istrinya.

(bj/zim/nas/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia