Radar Bojonegoro

Kain Batik Lebih Diminati

BOJONEGORO - Pengunjung luar daerah kerap mendominasi penjualan oleh-oleh khas Bojonegoro. Sebab, selama ini sasarannya adalah warga luar kota. Harapannya bisa mengerek pelaku kreatif di Kota Ledre. 

Penjual Cinderamata di Jalan Gajahmada Bojonegoro, Silvi mengaku konsumen luar daerah selalu menjadi langganan gallery-nya. Sebab, strategi pemasasarannya adalah menggaet konsumen dalam jumlah banyak. “Salah satu diantaranya dengan menjadi jujukan pengunjung luar kota,” ujarnya Selasa (4/4). 

Menurut Silvi, tokonya bisa menjadi referensi aneka oleh-oleh khas Bojonegoro. Sebab menampung semua hasil kerajinan dari pengrajin lokal. Sehingga konsumen bisa mendapatkan aneka cinderamata khas Jonegoro dalam satu tempat. 

Silvi menjelaskan, rata-rata konsumen menginginkankain batik dan kayu sebagai cinderamata khas Bojonegoro. Oleh sebab itu, pihaknya menawarkan sejumlah kain batik produksi lokal, tapi dengan pengrajin berbeda-beda. Sebab, hampir semua pengrajin memiliki ciri khas tersendiri. “Dan pengunjung jauh lebih selektif dalam menentukan motif dan jenis pewarnaannya,” ungkapnya.

Meski begitu, peminat dari kalangan lokal juga tetap ada. Apalagi batik merupakan salah satu seragam wajib bagi sejumlah pegawai atau guru. 

Karyawan Gallery Batik di Jalan Teuku Umar Bojonegoro, Amin mengaku, peminat batik di tempatnya didominasi oleh kantor dan instansi. Sebab, pihaknya menerapkan strategi dengan pemasaran ke sejumlah instansi untuk menarik pelanggan. “Kalau dinas atau instansi, pemesanannya bisa lebih dari sepuluh item,” jelasnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar