Radar Bojonegoro

Cumlaud Untuk Kedua Kalinya

MENDAPATKAN gelar cumlaude bukan tujuan utama Putri Hapsari Surya Ningtyas. Kerja keras yang dia lakukan

selama ini adalah wujud rasa tanggung jawabnya sebagai mahasiswi yang harus bisa memberikan hasil terbaik. ’’Cumlaude itu hanya nilai tambah,” ujar Putri, sapaan akrabnya

Sejak menjadi mahasisiwi teknik, gadis kalem ini berme tamorfosa menjadi perempuan tangguh yang siap menghadapi setiap rintangan yang ada. ’’Sebagai anak teknik, saya tidak boleh manja karena harus mampu bekerja under pressure,” jelas gadis lulusan teknik sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) ini. Disiplin waktu dan menye lesaikan pekerjaan sesuai dengan target adalah tugas utamanya.

Selain itu, gadis 24 tahun ini selalu duduk di bangku terdepan, agar bisa memahami penjelasan dosen dengan saksama. Putri juga rajin mengerjakan latihan soal-soal yang dia dapatkan dari kakak tingkat untuk mempersiapkan ujian. Ketekunannya dalam belajar membuat Putri dipercaya sebagai asisten dosen dalam beberapa mata kuliah. Meskipun demikian, dia tidak pernah merasa paling pintar di antara teman-temannya.

Sering kali Putri bertukar pendapat dengan temannya saat mengerjakan tugas bersama. Penggemar Abdul and The Coffee Theory ini yakin, bahwa setiap usaha yang dia lakukan tidak akan pernah mengkhianati hasilnya. Terbukti, gelar cumlaude pun mampu diraihnya untuk yang kedua kali. ’’Pertama kali mendapat gelar tersebut saat lulus D3 teknik sipil, lalu yang kedua ketika alih jenjang,” tukas gadis berhijab ini.

Bahkan, setelah menyelesaikan studinya, Putri langsung mendapatkan tawaran kerja di salah satu perusahaan kontraktor asal Jepang. ’’Mungkin ini jawaban dari setiap doa dan usaha saya,” imbuhnya. (chi/nas/JPG)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar