Radar Bojonegoro

Trend Laka Lantas Pelajar Meningkat

BOJONEGORO - Berkendara motor ke sekolah ternyata menyenangkan dan tak terlambat. Tapi, di balik ini menyimpan petaka. Sebab, pelajar tewas di jalan akibat kecelakaan makin meningkat. orang  tua harus benar-benar mengawasi anaknya saat berangkat dan pulang sekolah mengendarai motor.

Setiap bulan, angka kematian  akibat kecelakaan lalu lintas mengancam pelajar di perkotaan, seperti di Jalan Gajah Mada dan Jalan Veteran Bojonegoro. ”Adanya kecelakaan diawali dengan pelanggaran. Insya Allah kalau tertib lalu lintas akan aman,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro Rabu  (1/3).

Berdasar data satlantas Polres Bojonegoro, angka kecelakaan melibatkan pelajar pada 2014 sebanyak 308, dengan korban tewas 13 pelajar. Luka ringan sebanyak 287 pelajar  dan luka berat sebanyak 8 pelajar. Pada 2015, angka kecelakaan melibatkan pelajar sejumlah 312 siswa. Pelajar tewas hingga 19 orang. Luka ringan sebanyak 287 pelajar dan luka berat 6 pelajar. Sedangkan pada 2016, jumlah total kejadian kecelakaan melibatkan pelajar sebanyak 424. Jumlah itu korban tewas 13 pelajar. Luka ringan sebanyak 396 pelajar dan luka berat sebanyak 13 pelajar.

Kapolres menambahkan, pada Januari 2017 jumlah pelajar terlibat kecelakaan sebanyak 42 dengan korban tewas satu siswa. Sedangkan, bulan sebelumnya (2016 Desember), jumlah pelajar mengalami kecelakaan sebanyak 43 siswa. Tapi, jumlah korban tewas ada 6 pelajar. Menurut Kapolres, kecelakaan itu dipengaruhi beberapa faktor. Mulai pelajar tidak memiliki etika dan budaya tertib lalu lintas. Juga, faktor rambu-rambu, konstruksi jalan, dan cuaca atau alam. (mil/rij)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar