Radar Bojonegoro

Hakim Tolak Gugatan, Pengurus Kelenteng Kwan Sing Bio Gagal Dilantik

TUBAN - Perjuangan Tan Ming An, Sekretaris demisioner Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, agar kepengurusan kelenteng periode 2013-2016 dilantik, akhirnya kandas. Majelis Hakim PN Tuban menolak gugatan itu, Senin (27/2/2017. Akibatnya sengketa kepengurusan kelenteng di Jalan RE Martadinata itu makin rumit. Terlebih, termohon gugatannya adalah panitia pemilihan, panitia pengarah, badan pengurus, dan badan penilik.

Atas penolakan itu, pihak Tan Ming An, melalui penasehat hukum penggugat, Slamet Fauzi, mengatakan bakal mengajukan kasasi. ''Sekarang, kami masih pikir-pikir. Saya koordinasi dulu dengan klien. Tapi kemungkinan besar kami mengajukan kasasi,'' kata Slamet kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Slamet, pengajuan kasasi itu bakal disampaikan sebelum batas maksimal 14 hari, setelah putusan gugatan. Bagi Slamet banyak kejanggalan selama sidang. Utamanya insiden hilangnya kalung kongco (dewa utama yang disembah di kelenteng). yang kemudian dijadikan alasan untuk tidak melantik pengurus. Padahal, salah satu pengurus yang diduga menghilangkan kalung tersebut tidak terbukti. ''Ini tidak masuk akal. Pemilihan sudah selesai. Tapi tidak ada pelantikan,'' jelasnya.

Hilangnya kalung kongco, lanjut Slamet, tidak bisa bisa dijadikan alasan untuk tidak melantik pengurus terpilih. Apalagi salah satu pengurus terpilih, yang disangka menghilangkan kalung tidak terbukti.''Pokoknya kami kasasi,'' katanya.

Sementara itu penasehat hukum pengugat belum menyampaikan sikap atas putusa majelis hakim yang juga menolak untuk seluruhnya rekonpensi yang diajukan. ''Kami masih pikir-pikir,'' kata Satria Ardyrespati Wicaksono, penasehat hukum tergugat.

Tak hanya menolak gugatan Ming An Cs, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Donovan Akbar Kusumo Bhuwono dan dua hakim anggota, Perela De Esperanza serta Kiki Yuristian itu, juga menolak gugatan balik yang diajukan gugatan  pada penggugat untuk seluruhnya. Serta menghukum para penggugat dan tergugat membayar biaya perkara sebesar Rp1.911.000.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar