Radar Bojonegoro

Siswa Miskin Tetap Bebas SPP

BOJONEGORO – Adanya sumbangan pengembangan pendidikan (SPP) di jenjang SMA/SMK dipastikan tidak akan memberatkan. Sebab, tidak semua siswa dikenakan SPP tersebut. Siswa miskin tetap dibebaskan dari iuran bulanan itu.

‘’Jadi, siswa miskin tetap tidak dikenakan SPP,’’ jelas Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jatim di Bojonegoro Sumiarso, Rabu (11/1/2017).

Dia menjelaskan, SPP tersebut tidak akan dipukul rata untuk semua siswa. Sekolah tetap harus memperhatikan kondisi. Sebab, di semua sekolah dipastikan ada siswa yang tidak mampu atau miskin. ‘’Ini sudah saya sosialisasikan pada semua sekolah,’’ jelasnya.

Siswa miskin tersebut tetap harus melengkapi bukti persyaratan. Yaitu surat keterangan dari pemerintah desa setempat atau dengan kartu perlindungan sosial (KPS) yang dimiliki. ‘’Jadi, harus ada persyaratan lengkap,’’ jelasnya.

Selain itu, SPP tersebut tidaklah wajib. Jika sekolah tidak ingin memberlakukan SPP tersebut juga tidak apa-apa. Sebab, adanya SE gubernur tersebut hanya memberikan lampu hijau terkait diperbolehkannya iuran SPP.

Sementara itu, selain ada keringanan, Pemkab Bojonegoro tahun ini dipastikan juga masih memberikan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan kepada siswa SMA/SMK. Namun, bantuan tersebut tidak sama dengan tahun lalu. Tahun lalu siswa menerima bantuan senilai Rp 2 juta per tahun. Tahun ini nominal yang diteriakan akan disesuaikan. ‘’Penyesuaian itu sesuai kondisi siswa. Apakah masuk siswa miskin atau tidak,’’ jelas kepala Disdik Bojonegoro Hanafi.    

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar